Showing posts with label Fiksi. Show all posts
Showing posts with label Fiksi. Show all posts

Friday, July 21, 2017

Perjalanan Menuju Senja

Perjalanan Menuju Senja

Aku bertolak sejak fajar
saat mentari masih sedang berhias
sebelum keluar bersemu merah

sudah lama rasanya
namun aku tak tahu
masih jauhkah Senja?
di manakah aku berada?

Sang Surya semakin garang
seperti memendam gusar
dalam terik sinarnya

Kudekap erat bekalku
masih kulangkahkan kaki
bersama peluh yang jatuh
tapi tak sempat menjejak pasir
terbawa angin di gurun ini

ini jalan paling melelahkan
rasanya tulangku sudah tak sanggup
menopang seluruh beban di tubuh
ingin rasanya ku biarkan ia runtuh

rasanya kakiku melepuh
menapak di jalan penuh bara api ini
pun tak kuasa aku berlari menjauh

hanya akan membuat
luka yang menganga terlalu lama

adakah yang ingin segera membawaku pergi?
secepatnya melewati jalan memedihkan ini?


kulihat sekeliling jalanku
sama saja sepertiku
berjalan dengan tubuh lusuh
dengan kaki tanpa alas dan penuh luka

aku tersungkur
menatap langit
yang sedang berhias terik matahari
padaNya ku berseru lirih


Duhai yang Maha Mencipta
bisakah Engkau singkirkan semua pedih ini
ku pinta padaMu
Wahai yang Maha Mengasihi
ku ingin jalan bertabur bunga
seharum melati
bukan jalan ini

tak henti ku hembuskan doa-doa bersama angin
sembari berjalan tertatih menahan luka

hanya kemudian aku terdiam
melihat darah jatuh berguguran
dari luka tubuhku
membawa semua kebusukan
yang telah kusimpan dalam-dalam

Tuhan, biarkan aku
sampai pada Senja
membawa kebaikan saja
di seluruh tubuhku.

#Day16
#30DWCJilid7
#Squad8



Baca selengkapnya

Sunday, July 16, 2017

Senjamu




Dan perjalanan ini membimbingku pada sebuah kisah
masa kecilmu yang tiba-tiba berkelebat di kepalaku
kisahmu menggema dalam dinding hatiku
menjamah perih yang tersisa dari cerita yang lalu
Duhai wanita yang amat kusayangi
bagaimana engkau hidup selepas petaka
datang memecah masa kecilmu yang bahagia?


Kini...di senjamu....
cerita masa lalu seakan baru terjadi tadi pagi
dan aku selalu siap menjadi labuhan
kisah berulang yang kau nyanyikan

Kau selalu bilang padaku
tak perlulah aku menemani mu di senja ini
tak kuhalangi hidupmu
pergilah, kemana pun yang ingin kau tuju
aku selalu setuju
Selama di sana kau temukan bahagiamu

Duhai yang tak pernah berhenti
menyebut namaku dalam doanya
Mengapa aku harus mencari bahagia
Di tanah orang-orang asing
Bila bahagia dunia akhiratku
Ada di bawah telapak kakimu

Aku ingin bersamamu
memilin harapan dalam doa
menyeka lelah masa lalu
yang menggelayut di matamu

Bunda, ini pilihanku
menjadi tempatmu bersandar
menjadi tangan dan kaki yang menuntunmu berjalan
menjadi tempat kau mengaduh lukamu
memeluk lirihan kalbumu
menjalin serabut suka dan duka
di senjamu
Sambas, 16 Juli 2017

#Day10
#30DWCJilid7
#Squad8
Baca selengkapnya

Tuesday, April 18, 2017

Ini Tentang....

Foto: Pesisir Kota Ketapang, Kalimantan Barat
Ini hanya tentang langit biru
yang memayungi kita saat itu
merangkai kata dalam diam
menjalin rasa dengan pandangan
berbicara dengan senyuman

Ini tentang matahari yang mendekat
membuat peluh membanjiri pelipis kita
tapi tak lagi sempat dikeluhkan
seakan ia adalah pengejewantahan
detak jantung kita yang tak beraturan
kini rasa yang berkuasa
logika sedang tak menjadi teman

Ini tentang jalan berkayu
yang memainkan harmoni langkah kita
memperdengarkan ketukan sepatu
milikku dan milikmu
berpadu dengan suara pepohonan
yang berbisik-bisik melihat kita

Ini tentang aku dan kamu
membuat dua kata itu menjadi 'kita'

merangkai cerita syahdu
walau kita belum tahu
di depan sana entah apa yang sedang menunggu

Ini tentang hari itu
setelah ayahku menitipkanku padamu
dalam sebuah akad yang haru

dan untuk pertama kalinya
aku benar - benar berteduh di matamu
lalu kau katakan,

Nona, maukah kau hidup selamanya denganku?

#30dayswritingchallenge
#fiksi
#30DWCJilid5
#Day8


Baca selengkapnya

Saturday, March 9, 2013

Gadis Jeruk: Sederhana Namun Kaya Makna

Tidak Sengaja, Sprei Kamar Tidur Berwarna Orange
Ini adalah cerita tentang sebuah buku yang saya dapet minjem, boleh disebut resensi meskipun jauh dari kaidah - kaidah menulis resensi yang baik :)
Seharusnya saya bisa baca ini sejak tahun lalu, sejak kawan baik saya tertarik pada buku ini. Tapi dengan kekuatan bulan akhirnya kemarin saya sukses menyelesaikan membacanya dalam waktu kurang dari 24 jam! Cukup menunjukkan betapa saya menyukai cerita buku ini. Oh, buku yang saya baca adalah versi terjemahan Indonesia Gold Edition (Tahun 2011) terbitan Mizan dengan 252 halaman.

Buku ini ditulis oleh Jostein Gaarder, penulis yang kini tinggal di Norwegia dan juga menulis buku Best Seller Dunia Sophie. Katanya 'Dunia Sophie' ini  berbau - bau filosofis, kalau memang begitu maka tidak mengherankan kalau cerita Gadis Jeruk ini sangat sarat makna. Saya belum bisa berkomentar tentang Dunia Sophie karena buku ini masih masuk kategori to read, alias belum dibaca :).

Mari kembali ke Gadis Jeruk. Novel ini menuturkan kisah dari seorang anak laki - laki berusia 15 tahun bernama Georg yang pada suatu hari mendapatkan surat dari ayahnya yang sudah lama meninggal. Surat ini bercerita tentang masa lalu sang Ayah yang bertemu dengan seorang Gadis yang selalu membawa jeruk kemanapun dia pergi. Gadis ini, tatapannya, tingkah lakunya, jeruk yang selalu dibawanya itu bahkan keberadaaanya misterius bagi Sang Ayah. Upayanya menemukan keberadaan si gadis Jeruk membawanya hingga ke Spanyol, tempat tumbuh jeruk - jeruk itu. Tapi surat sang Ayah tidak hanya sebatas cerita tentang Gadis Jeruk ini. Kisah Gadis Jeruk sesungguhnya hanya pengantar,  yang membuat Sang Ayah lalu memikirkan teleskop, menimbulkan tanya tentang hidup dan pilihan, tentang dunia sekarang dan dunia setelah kematian. Semua hal yang sangat mungkin dipikirkan oleh seorang pesakitan yang sedang menanti ajal. Saya kira, Sang Ayah tidak hanya membawa masa mudanya dalam surat ini, namun juga sedang 'curhat' pada anaknya.

Kisah pencarian Gadis Jeruk saja bukan hal biasa bagi saya, detail tentang lingkungan sekitar, pakaian , tatapan mata, senyum dan gestur Gadis Jeruk yang dipaparkan oleh penulis sukses membuat saya merasa sedang berjalan mengikuti pencarian ini dan meyakini ada sesuatu dibalik semua misteri tentangnya. Dalam surat itu diceritakan isi pikiran Sang Ayah yang sangat menarik bagi saya, tidak hanya karena pilihan kata yang membuat pembaca bebas menginterpretasikan makna kata - kata tersebut, namun juga merenungi makna kehidupan. Seperti kalimat pada halaman 182:
"Dongeng hebat apakah yang sedang kita jalani dalam hidup ini, dan yang masing - masing dari kita hanya boleh mengalaminya untuk waktu yang sangat singkat? Mungkin teleskop ruang angkasa akan membantu kita untuk mengerti lebih banyak tentang hakikat dongeng ini suatu hari. Barangkali di luar sana, dibalik galaksi - galaksi, terdapat jawaban apa sebenarnya manusia itu" 
 Atau seperti kalimat pada halaman 210: 
"Akankah aku memilih untuk hidup di bumi setelah mengetahui dengan pasti bahwa aku akan tiba- tiba dicabut dari sana, dan barangkali di tengah - tengah kebahagiaan yang memabukkan? Atau, akankah aku, bahkan pada tahap yang paling awak, dengan hormat menolak untuk ikut dalam permainan ini? Kita datang ke dunia ini hanya sekali. Kita masuk ke dalam dongeng besar ini hanya untuk melihat ceritanya berakhir!

Diantara kita mungkin akan berhenti sebentar dan merenungi pertanyaan Sang Ayah ini, namun ada pula yang telah memiliki jawaban yang mantap akan ini semua. Apapun itu, saya rasa buku ini tidak sekedar menuturkan kisah perjalanan batin Georg selama membaca surat ayahnya atau kisah cinta sejati dan tak terbatasnya kasih sayang keluarga. Buku ini menyentil, mencoba mengusik dan mengulik pemaknaan sejati akan kehidupan. Begitu menurut saya.

Oh iya, Gadis Jeruk ini juga telah di buat versi filmnya dengan plot cerita yang sedikit berbeda dari novelnya. Hanya saja, saya tidak terlalu merekomendasikan filmnya. Terlalu banyak pesan, emosi dan nilai - nilai baik dalam cerita Gadis Jeruk yang hilang dalam film ini sehingga membuatnya terkesan sebagai kisah cinta biasa Atau mungkin memang itu sasaran film ini? Entahlah, yang jelas bagi saya film ini telah kehilangan makna Kisah Gadis Jeruk sebenarnya.



Semoga tulisan suka - suka hati saya ini bermanfaat. Selamat membaca!

Yang Lagi Suka Baca Tulis, Tiech


Baca selengkapnya