Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sunday, July 16, 2017

Senjamu




Dan perjalanan ini membimbingku pada sebuah kisah
masa kecilmu yang tiba-tiba berkelebat di kepalaku
kisahmu menggema dalam dinding hatiku
menjamah perih yang tersisa dari cerita yang lalu
Duhai wanita yang amat kusayangi
bagaimana engkau hidup selepas petaka
datang memecah masa kecilmu yang bahagia?


Kini...di senjamu....
cerita masa lalu seakan baru terjadi tadi pagi
dan aku selalu siap menjadi labuhan
kisah berulang yang kau nyanyikan

Kau selalu bilang padaku
tak perlulah aku menemani mu di senja ini
tak kuhalangi hidupmu
pergilah, kemana pun yang ingin kau tuju
aku selalu setuju
Selama di sana kau temukan bahagiamu

Duhai yang tak pernah berhenti
menyebut namaku dalam doanya
Mengapa aku harus mencari bahagia
Di tanah orang-orang asing
Bila bahagia dunia akhiratku
Ada di bawah telapak kakimu

Aku ingin bersamamu
memilin harapan dalam doa
menyeka lelah masa lalu
yang menggelayut di matamu

Bunda, ini pilihanku
menjadi tempatmu bersandar
menjadi tangan dan kaki yang menuntunmu berjalan
menjadi tempat kau mengaduh lukamu
memeluk lirihan kalbumu
menjalin serabut suka dan duka
di senjamu
Sambas, 16 Juli 2017

#Day10
#30DWCJilid7
#Squad8
Baca selengkapnya

Tuesday, May 9, 2017

Pagi Kita

Selamat pagi duhai jiwa
Yang semangatnya membara
Seperti nyala mentari pagi
Yang membungkus kota
Menerangkan jiwa

Aku berdiri di tengah jendela
Memandang langit terbentang
Membawahi gedung-gedung menjulang
Membiarkan alam pikiran terbang
Menikmati cahaya jingga yang berpendar
Sebelum kukembalikan jiwa yang sadar

Kesadaran bahwa pagi ini berbeda
Tak ada tawa, cerita, dan huru hara
Tak ada kamu, dia, dan mereka
Tiba-tiba ruang hampa menyela
Di antara tekad yang menyala

Sejatinya aku dalam kesendirian
Memeluk diri dan luka-luka hati
Yang tak kuingat
bahkan tak sempat kukeluhkan
Bila bersama kalian

Kukira kebersamaaan adalah candu
Kini ruang hampaku diisi rindu
Seperti matahari yang kian meninggi
Membiarkan sinarnya memenuhi penjuru kota ini
Membuat bayang-bayang menari

Ah, aku menghempas diri di kursi
Mengambil ponsel di sisi kiri
Membaca celotehan kalian
Membuatku tergelak, kadang tersenyum tipis
Lihatlah, betapa menakjubkan
Cara hati membuat diri begini. 
Membuat pagi ini, menjadi pagi kita. 

Baca selengkapnya

Wednesday, May 3, 2017

Pilihan

Setiap orang punya cerita. Tapi tidak semua cerita dikisahkan dalam lisan maupun tulisan. Seringkali itu cerita yang menyakitkan. Bisa jadi penderitaan yang disimpan dalam senyuman.

Kadangkala, di dunia ini kita senang memberi makan emosi jiwa. Merasa menjadi hamba paling menderita. Padahal, begitu tahu apa yang sebenarnya dihadapi, ada pilihan untuk bahagia. 

Ada harga yang harus dibayar, untuk setiap pilihan tentunya. Rasa sakit mungkin tak dapat dihindari, tapi menderita karenanya adalah pilihan sendiri. Bila mengambil sudut pandang sebagai orang bertanggungjawab, sakit itu menjadi pelajaran. Bahwa ada sesuatu yang barangkali tidak efektif dilakukan. Sehingga nanti bila bertemu masalah serupa di masa depan, sudah tahu pilihan seperti apa yang akan dilakukan. 

Menderita menjadi pilihan. Perlu dibayar dengan waktu yang terbuang. Untuk merasakan kesakitan, menangis, menyesal, mengutuk diri sendiri, dan mungkin merasa menjadi korban. Energi habis hanya untuk menikmati penderitaan. Padahal energi yang sama, bisa dihabiskan untuk bergerak menuju kebahagiaan. 

Jadi, pilihan apa yang kau ambil hari ini, Kawan? Diam dalam penderitaan, atau bergerak dalam kebahagiaan.

Tiech

#30DWCJilid5

#day28

Baca selengkapnya

Tuesday, April 25, 2017

Kepada Hati

Kepada Hati

Suara-suara datang seperti hujan
tak ada yang ingin diam
semua meminta jawaban
dariku yang sedang bungkam

perlukah aku bicara
bila yang kalian ingin sebenarnya
wujud sebuah nyata
dari tanganku yang hanya dua

aku tidak diam
nurani sedang sibuk menenangkan
hati yang siap meluncurkan ledakan
yang kuyakin akan mengejutkan kalian
memporakporandakan hubungan
dan semua kehangatan

Ah, betapa aku muak dengan drama
Dan kini kalian memainkannya
ditengah aku yang berkejaran
dengan lini masa

Tuhan, bantu aku meredam
api yang kian enggan padam
menggolakkan perasaan

Ah, kenapa aku hanya memanggilMu
disaat-saat menakutkan dan melelahkan?

Kutanya nurani
masih adakah sisa sabar di diri?
lalu batinku berkata lirih

Biarkanlah semua
rebahkanlah jiwamu padaNya

tutuplah matamu
rasakanlah nafasmu
dengarkanlah jantungmu
genggamlah hatimu
Biarkan malam melipat dirinya dengan kelam
Biarkan langit membuat dirinya suram
Tak menghendaki adanya gemintang
Tapi hatimu....
Jangan biarkan ia dalam kegelapan
Jangan biarkan ia tergugu sakit dalam perjalanan
Karena ia terlalu ringkih untuk sebuah luka
Pun tak bisa diduga sejauhmana ia mampu bertahan
Menyimpan semua yang tak bisa lisan ceritakan
Jangan biarkan ia berjelaga
Hanya karena drama kehidupan


#30dayswritingchallenge
#30DWCJilid5
#Day15
#Squad1


Baca selengkapnya

Saturday, April 22, 2017

Malam

Malam

kesunyian mencari jawaban
dalam hening yang menyisakan suara denyut jantung
memompakan darah
mendorongnya ke seluruh penjuru tubuh

mata telah menaati perintah hati
yang sudah terlebih dahulu penuh
dengan beratnya penyesalan
meluluhkan jiwa yang angkuh

sajadah telah basah
seumpama dialiri hujan deras


bergetar kata-kata
perlahan merayap di setiap inci
kulit tubuh yang berdosa
sesal datang dari seluruh penjuru diri

berharap pada pemilik semesta
untuk menghapusnya

mengakui kekalahan
atas semua bisikan
sementara di depan mata sudah terbayang
api yang siap menjilat badan
di dasar tempat paling mengerikan

sungguh dada semakin terasa sesak
beban yang ingin disuarakan
kini tersendat di tenggorokan
tak mampu kutahan kesedihan atas kealpaan


terdengar isak
terbata menyuarakan
harapan pada Ar-Rahman

Duhai, Rabb semesta alam
kepada siapa dapat kukisahkan kehidupan
melainkan pada Engkau?
yang memberikan kelapangan
dalam hati yang sesak dan dalam kesunyian.

Bandung, April 2017


#30dayswritingchallenge
#squad1
#30DWCJilid5
#Day12

Baca selengkapnya

Friday, April 21, 2017

Gadis Jepara

Gadis Jepara

Lebih seratus tahun sejak kau pergi
Ini adalah hari dimana kau hidup kembali
Lihatlah kami, duhai perempuan istimewa
bermain di antara aksara dan angka
gelar dan tahta perkara biasa

Bukankah sudah sepatutnya, Engkau bangga?

Kubaca lagi surat-suratmu, duhai Gadis Jepara
mengisahkan nurani yang terpenjara
menyuarakan jerit hati dalam himpitan
pertarungan demi pertarungan
yang tak selalu kau menangkan
kau katakan tak mengapa bergerak dalam kepedihan
untuk sebuah kepentingan abadi
bagi generasi masa depan yang berbudi

sudah benarkah aku memahami,
cahaya jiwa dari surat-suratmu ini?
Bahwa ada keteguhan yang kau isyaratkan
dalam pengabdian pada kebaikan

Bahwa ada kekuatan yang perlu dihamba
bagi jiwa-jiwa milik Tuhan

Bahwa kesetaraaan bukan semata kesamaan
pendidikan bukanlah persaingan
antara lelaki dan perempuan

karena ditangan perempuan, semua jiwa bermula
karena ada pekerti yang mesti dibina
Ada nafas kehidupan yang kau perjuangkan
Dari rahim ibu yang berpendidikan

Duhai perempuan yang namanya selalu kami nyanyikan
Semoga tak hanya penampilanmu yang kami rupakan
Semoga nilai -nilai yang kau bawa tak kami lupakan
tergilas kebaya dan sanggul hiasan
 

#30dayswritingchallenge
#day11
#30DWCJILID5
#Squad1
Baca selengkapnya

Thursday, April 20, 2017

Amarah

Amarah

Perlukah aku berkata
kata telah membuat kita
mengalirkan benci pada hati

harmoni yang biasa hadir
dalam riuh tawa dan cerita
dalam hari-hari yang terangkai bersama
kali ini bersembunyi di sudut gelap kita

apakah jelaga di hati membuat mata batin buta?

hingga kita berdansa di lantai penuh bara
lalu umpatan mulai menggerogoti cinta
hanya cahaya langit yang mampu selamatkan kita

aku masih tak percaya
inikah kita?

mana rindu yang membuncah di hatimu?
mana hangat yang melingkar dalam pelukanmu?
mana duka yang pernah kita rengkuh bersama dulu?

semua jadi kenangan bisu
melayang begitu saja
membuatku ragu
apa mungkin aku keliru?
menganggapmu sahabatku


#30dayswritingchallenge
#30DWCJilid5
#Day10
#Squad1
#TentangHati

Baca selengkapnya

Tuesday, April 18, 2017

Ini Tentang....

Foto: Pesisir Kota Ketapang, Kalimantan Barat
Ini hanya tentang langit biru
yang memayungi kita saat itu
merangkai kata dalam diam
menjalin rasa dengan pandangan
berbicara dengan senyuman

Ini tentang matahari yang mendekat
membuat peluh membanjiri pelipis kita
tapi tak lagi sempat dikeluhkan
seakan ia adalah pengejewantahan
detak jantung kita yang tak beraturan
kini rasa yang berkuasa
logika sedang tak menjadi teman

Ini tentang jalan berkayu
yang memainkan harmoni langkah kita
memperdengarkan ketukan sepatu
milikku dan milikmu
berpadu dengan suara pepohonan
yang berbisik-bisik melihat kita

Ini tentang aku dan kamu
membuat dua kata itu menjadi 'kita'

merangkai cerita syahdu
walau kita belum tahu
di depan sana entah apa yang sedang menunggu

Ini tentang hari itu
setelah ayahku menitipkanku padamu
dalam sebuah akad yang haru

dan untuk pertama kalinya
aku benar - benar berteduh di matamu
lalu kau katakan,

Nona, maukah kau hidup selamanya denganku?

#30dayswritingchallenge
#fiksi
#30DWCJilid5
#Day8


Baca selengkapnya