Friday, February 1, 2013
Berpikir, Bertindak dan Memberikan Pengaruh Positif
Berpikir positif, akhir - akhir menjadi PR penting buat saya, emmm, tidak akhhir - akhir ini juga sih, tepatnya dalam setahun terakhir. kenapa? Karena dalam setahun terakhir, saya kerap sekali berpikiran negatif yang ujung - ujungnya membuat saya merasa malas, lemah dan tak berdaya. Saya selalu mencoba berfikir positif, tapi kadang tetap saja ada hal - hal negatif yang kemudian melemahkan kekuatan saya sendiri. Dan ini kembali menjadi pikiran negatif ketika saya merasa tidak bermanfaat buat orang - orang di sekitar saya. Buat saya, kebahagiaan dan makna hidup yang sebenarnya adalah ketika kita dapat memberikan sebanyak - banyak manfaat (nilai positif) bagi orang lain. Baik itu dalam bentuk fisik atau hal abstrak sekalipun.
Dan di awal tahun ini perasaan itu lagi - lagi muncul, ketika melihat semakin ramai kawan - kawan saya yang mampu berkontribusi lebih bagi orang lain. Malah menjadi inspirasi dan bagian dari pencerah jiwa- jiwa muda di luar sana. Saya iri? Ya iri, orang - orang itu sesungguhnya telah membangun kehidupan yang abadi, dengan meninggalkan ilmu dan nilai - nilai posiitif bagi orang lain. Sedangkan saya? masih berkutat pada kehidupan pribadi, sibuk galau dan sibuk mengejar ketertinggalan, atau jangan - jangan saya masih diam di tempat?
Tapi, rupanya terlalu banyak memikirkan diri sendiri itu adalah racun. Membunuh positivitas yang sesungguhnya. Saya menyadari ini ketika seorang kawan saya mengirimkan teks kepada saya yang berisi pendapatnya akan keputusan saya yang memutuskan untuk pindah dari Kota ini: "Will miss u ti, gw senang didekat lu banyak pengaruh positif yang gw dapat". Saya kaget, oh usaha saya untuk selalu berada pada jalur 'positif" kini dirasakan oleh kawan saya ini. Saya senang. Setidaknya saya memberikan energi positif untuknya dan pengakuannya membuat saya yakni bahwa ketika kita berusaha berpikir positif, maka tindakan dan energi yang dirasakan oleh sekitar pun akan positif pula. Lagipula tidak ada ruginya, hanya saja terkadang saya kerap mengalami kesulitan juga. Tapi bukan berarti tidak bisa kan. Jadi, semangatlah dan sebarkan energi positif Anda hari ini.
Daah!
Salam Hangat Selalu,
Tiech
Tuesday, December 25, 2012
Merahasiakan
Cerita hari ini sebetulnya sudah masuk ranah pribadi. Tempatnya bukan disini. Tapi sekarang sedang hujan, dan saya teringat kata seorang penyair (yang sungguh saya lupa namanya dan juga lupa persis kata - katanya seperti apa :D), intinya sungguh keterlaluan hatimu bila dalam kondisi hujan seperti ini, tak tercipta satu puisi. Hak! Dan saya sudah menulis satu puisi hari ini, saat hujan. Hahaha, info yang sungguh tidak penting. Tapi puisi itu tidak akan saya bagi disini, isinya garing! Menandakan sudah cukup lama saya tak membaca dan lama pula tak berpuitis ria. Eh, tunggu dulu, jadi kaitan isi tulisan ini dengan judul diatas? (Tepok jidat).
Jadi begini, hari ini karena hari yang sendu, dan mungkin pengaruh psikis saya yang sedang melankolis ditambah dengan datangnya orang yang saat ini tidak ingin saya lihat, saya jadi merindukan drama dan tiba-tiba melakoni drama sore ini. Aishhh, drama yang buat saya ingin sekali curhat pada seorang sahabat. Tapi masalahnya kawan yang didekat saya ini Lelaki! Oh man, saya sudah lama sekali tidak curhat pada Pria. Cenderung menghindari. Tapi kali ini saya sedang kesal ditambah dengan suasana melankolis hati, jadi bertumpuk-tumpuk rasanya beban di hati.
Baiklah, mari kita curhat, saya juga butuh solusi sekarang!, begitu tekad saya tadi sore. Tahukan kalian kawan, apa yang terjadi? Begitu melihat wajahnya dan pekerjaan yang menumpuk di mejanya, saya urungkan niat dan sertamerta padamlah tekad saya. Yang ada, saya tersenyum riang dan ceria sekali didepannya.
Dan, saya teringat sesuatu. Hey, kamu tidak sendiri. Ada Allah, 'rahasiakanlah keluhanmu dari saudaramu, itu akan membebaninya', ada suara berbisik pada saya. Saya pun pergi, menerobos hujan, menangis bersama langit, merahasiakan yang terjadi dan menapaki bumi kembali. Tidak semua hal harus kau ceritakan Ti, begitu hati saya berkata.
Salam hangat, Tiech
Monday, December 24, 2012
Public Policy: Refleksi Bacaan Bagian 1
Akhirnya Liburan!
![]() |
| Buku yang akhirnya dibeli |
![]() |
| Buku Bacaan Edisi Liburan Minggu Pertama |
Sunday, December 23, 2012
Ah. Aku lupa. Rupanya di ponsel pintar ini sudah kupasang aplikasi blogger. Untuk memudahkanku menuangkan ide dan pikiran -pikiran yang tak bisa kuungkapkan pada orang lain.
Saturday, December 22, 2012
Hello December!
Sunday, August 12, 2012
About me
‘A city is more than a place in space, it is a drama in time'
Follow Me On Instagram
My Blog Posts
Rekomendasi
-
Pernahkah merasa, bahwa kehidupan pada dasarnya adalah kesendirian? Bagiku seperti sendiri, di tengah keramaian. Ada banyak orang lalu lala...
-
"Why isn't she married? She's turning 30 today." Kataku pada bayangan di depan cermin ini. Waktu rasanya melesat cepat...
-
Selamat pagi duhai jiwa Yang semangatnya membara Seperti nyala mentari pagi Yang membungkus kota Menerangkan jiwa Aku berdiri di te...
-
Kuching, merupakan ibukota Sarawak, salah satu negara bagian di Malaysia Timur (semacam ibukota Provinsi kalau di Indonesia). Negara bagian...
-
Petualangan saya di Kota Ketapang sebetulnya sudah berakhir, dan dimulai sejak bulan Juni 2013 silam. Tapi, rasanya baru sekarang mendapatk...
Komentar
Kategori Pilihan
- 30DaysWritingChallenge 57
- cerita 27
- refleksi 25
- Fabulous 30 24
- motivation 18
- miscellaneous 17
- Syair 14
- perempuan 13
- cerita lajang 9
- Puisi 8
- book review 8
- tips 7
- my books 6
- Fiksi 4
- parenting 4
- Perencanaan Wilayah dan Kota 3
BOOKS
Nur Astri's books













