Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Tuesday, August 1, 2017

Nanti

Nanti


Ada banyak hal yang tertunda dalam hidup saya, karena satu kata: nanti. Nanti deh. Bentar lah. Sehabis ini lah. Sampai kadang tertunda bertahun-tahun lamanya. Salah satunya menempuh pendidikan magister yang tertunda hingga empat tahun dari rencana semula. Ada pula hal-hal yang tak sempat saya lakukan. Karena saya melewatkan momen dan kesempatan yang tersedia. Akibat kata nanti. 

Hal ini pula yang menjadikan saya seringkali mengerjakan segala sesuatu mepet ke deadline. Selain memang karena ada hal lain yang perlu diprioritaskan, tidak jarang pula terjadi karena saya menunda. "Nanti deh, kalau sudah mood. Nanti deh makan dulu. Nanti, agak sore." Akhirnya kadang saya tidak punya waktu banyak untuk merapikan pekerjaan atau memeriksanya kembali. 

Hari ini saya sadar penyakit nanti mulai datang kembali. Ada beberapa pekerjaan yang saya lupakan, gara-gara pada saat kewajiban itu datang, saya katakan: iya, nanti. Ada pula beberapa hal yang langsung saya respon. Seperti kesempatan-kesempatan terkait dengan proyek baru, kelas kepenulisan baru, dan berbagi event upgrading diri. Saya kemudian merenungi perbedaan respon saya ini. Apa yang membuat saya menjadi penunda di satu hal, namun responsif alias cepat tanggap di hal lainnya? 

Saya pun sadar bahwa setiap kali sedang dalam responsive mode, pada dasarnya saya aware akan waktu. Semakin bertambah usia, saya semakin merasa bahwa waktu yang saya punya semakin sempit. "Aku ga punya nanti. Now or regret it!" Itu yang terus saya ucapkan pada diri sendiri. Sehingga, sekalipun ada risikonya, berat atau bahkan tampak tidak mungkin, akan tetap saya lakukan. Karena saya merasa tak ada yang tak mungkin selama saya punya strong why. 

Sekarang saya tinggal menerapkannya di seluruh aspek kehidupan saya. Bahwa waktu saya terbatas. Bahkan saya tidak bisa menjamin umur saya ada sampai detik berikutnya. So, kenapa saya harus sering mengatakan nanti? Karena saya belum tentu punyai nanti itu. 

Kalau Anda, bagaimana? 

#Day27
#30DWCJilid7
#Squad8
Baca selengkapnya

Saturday, July 29, 2017

Menghemat Air ala Mama

Menghemat Air ala Mama


Waktu kecil dulu, air bersih dari PDAM di rumah kami tidak selalu mengalir 24 jam. Kalau pun ada, airnya masih membawa sisa-sisa lumpur. Sehingga selalu perlu diendapkan sebelum digunakan. Berbeda dengan kebanyakan orang di Pulau Jawa, di kampungku jarang sekali orang menggunakan sumur. Hal ini karena kondisi tanah yang asam membuat kualitas air pun tidak bagus. Kebanyakan orang di kampungku, lebih memilih menampung air hujan di dalam tempayan atau pun drum.

Karena kondisi sulit air inilah, Mama selalu mengajariku menghemat air. Kalau ada bak yang sampai meluber karena aku lupa mematikan keran, sudah pasti omelan panas mendarat di telinga. Dulu, aku menganggap apa yang Mama lakukan, juga dilakukan oleh orang lain. Sampai akhirnya aku merantau, dan baru sadar bahwa ibuku itu sangat hemat air. Bahkan bisa dikategorikan masuk pada gaya hidup ramah lingkungan. Apa saja yang beliau lakukan? 

1. Air cucian beras untuk menyiram tanaman
Dulu, Mamaku selalu menyiapkan satu ember khusus. Untuk menyimpan air bekas mencuci beras. Air itu lah yang ia gunakan untuk menyiram kebun dan bunga-bunga di halaman depan. Katanya, airnya cukup menyuburkan tanaman dan bunga kesayangannya.

2. Gunakan kembali air deterjen bekas mencuci dan membilas pakaian 
Mama tidak pernah langsung membuang air bekas deterjen untuk mencuci pakaian. Biasa ia gunakannya untuk merendam kain pel yang sangat kotor. Sering pula ia gunakan untuk menyikat lantai kamar mandi, atau lantai dapur terbuka di belakang rumah kami. Prinsip mama bukan sekedar sayang air, tapi juga sayang deterjen. 

3. Mencuci piring dengan menampung air di bak/baskom
Mama mengajariku mencuci piring dengan membilasnya pada bak berisi air. Setiap piring dan gelas harus dibilas dua kali. Menurut Mama, mencuci dengan langsung mengucurkan air keran, menghabiskan lebih banyak air dibanding dengan menampungnya di bak terlebih dahulu.  Awalnya aku tidak percaya. Namun, di sebuah eco camp di Kota Bandung, kami diajak mencuci piring dengan cara yang diajarkan Mama. Ternyata Mama benar, hehe.

Begitulah tiga tips menghemat air ala Mamaku. Semoga berguna.

#Day24
#30DWCJilid7
#Squad8

Baca selengkapnya

Saturday, July 8, 2017

Discovering WHY


Sumber Gambar
Pada tulisan sebelumnya saya menceritakan tentang pentingnya memiliki WHY dalam apapun yang kita lakukan. Bagi yang baru memasuki usia tiga puluh seperti saya, meninjau kembali tujuan hidup merupakan hal penting. Menurut psikolog, pada masa ini manusia mulai menyadari bahwa waktu yang ia miliki terbatas. Dan sudah bukan saatnya lagi bermain-main dan membbuang waktu melakukan hal yang tidak bermakna. Pada masa ini pula, kemapanan hidup adalah sesuatu yang dirasa makin dibutuhkan. Beruntunglah yang sudah mapan sebelum usia 30, namun bagi yang belum jangan khawatir. Belum terlambat melakukan tindakan untuk melesatkan hidupmu. 

Mengapa kita melakukan ini dan itu? Apasaja yang sudah diraih? Apalagi yang ingin dicapai dalam hidup?   Temukan WHY kehidupanmu, dari apapun yang sedang kamu lakukan sekarang. Ada banyak yang harus dipersiapkan untuk masa depan. Karena usia manusia terbatas, maka tujuan yang jelas akan membantumu menjadikan hidup lebih bermakna. 

Menemukan WHY ini sebenarnya susah-susah gampang, membutuhkanmu untuk lebih peka ada perasaan. Bukan sekedar menggunakan pikiran, namun juga bermain dengan hati sendiri. Bagi saya, menemukan WHY membutuhkan dua formula sederhana: KENAL dan TANYA. 

1. Kenali Dirimu
Sudah hidup lebih dari tiga puluh tahun, masih belum kenal diri sendiri? Kita mungkin mengenal diri kita dengan baik, tapi sebenarnya kita memiliki blindspot tentang diri sendiri. Yang saya maksud mengenal diri disini adalah mengenal potensi, bakat, kelebihan dan kelemahan diri. Ada banyak jenis uji pengenalan diri sendiri seperti talent mapping, STIFIn, MBTI Test, dan banyak personality test lain yang cukup terkenal. Usahakan jangan menggunakan tes-tes internet yang bersifat gratisan. Kalau kamu ingin hasil akurat dan kesempatan berkonsultasi, gunakan tes berbayar, anggap ini investasi buat pengembangan dirimu. 

Jika kamu sudah pernah melakukan tes serupa, lihat lagi hasilnya. Pahami lagi apa yang menjadi bakat dan kemampuanmu. Fokus pada pengembangan kelebihanmu, bukan hambatannya, bukan pula pada kekurangan yang kamu miliki. Bakat dan kemampuan ini sejatinya adalah anugerah Tuhan. Dan salah satu bentuk mensyukurinya adalah dengan mendayagunakannya. 

Saya sendiri mengikuti tes STIFIn, dan akhirnya mengerti apa yang saya anggap sebagai kekurangan selama ini, adalah anugerah yang Tuhan berikan buat saya. Jika kamu sudah tahu dan sadar akan bakat, kekuatan, dan kelemahanmu, selanjutnya tanya dirimu!

2.Tanya Dirimu 

Di tulisan sebelumnya saya menceritakan tentang bagaimana saya menemukan WHY dari hal yang saya sedang lakukan.  Saya bertanya dan terus bertanya pada diri sendiri hingga saya tidak bisa bertanya lebih jauh lagi. Keep asking yourself WHY until you can’t go any further. Tentunya ini bukan sekedar terus bertanya mengapa dan kenapa ya. Libatkan hatimu ketika bertanya. Apa yang kamu rasakan saat itu. Apakah jawabannya memiliki nilai? Apakah jawabannya membuatmu merasakan emosi tertentu? Jika perasaanmu datar-datar saja, atau kamu sama sekali tidak memiliki bayangan yang jelas tentang tujuan itu, artinya kamu belum menemukannya.

Ada banyak tips praktis di internet tentang menemukan WHY. Walaupun sebagian besar terkait dengan bisnis, namun relevan juga diterapkan bagi kehidupanmu. Saya berikan dua sumber yang menurut saya paling membantu. Siapa tahu ini pun akan membantumu juga. 


Selamat menemukan tujuanmu dan bersiaplah melesatkan kehidupanmu. 

#myfabulous30
#30dayswritingchalleng
#30DWCJilid7
#Day3
#Squad8



Baca selengkapnya

Thursday, April 13, 2017

Kekuatan Deklarasi


Deklarasi mimpi dan target dalam hidup menjadi istilah yang sangat akrab bagi saya dalam 6 bulan terakhir. Deklarasi pertama saya lakukan karena tugas Bikin Buku Club (BBC). Selanjutnya, karena sebuah training pengembangan diri, saya terbiasa berdeklarasi untuk target jangka panjang, jangka menengah, jangka pendek, bulanan, mingguan bahkan target harian. Baru saja saya mendeklarasikan akan menulis setiap hari selama 30 hari di program 30 Days Writing Challenge. 

Ada beberapa pengalaman saya dan kawan - kawan tentang kekuatan deklarasi. Salah satunya saat kami akan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Seminggu sebelum hari H, dana yang kami punya baru 50% dari dana yang dibutuhkan. Masing - masing dari kami lalu berdeklarasi, akan mendapatkan uang sejumlah satu juta setiap orang, baik dari donasi maupun dari sponsor. H - 2, kami berhasil mengumpulkan uang hingga 100%, bahkan melebihi dari yang dibutuhkan. The power of declaration, begitu kami menyebutnya. 

Setelah membiasakan diri berdeklarasi selama hampir enam bulan terakhir, saya merasakan bahwa ini adalah cara yang efektif dalam mencapai tujuan hidup.Setidaknya ada 4 (empat) kekuatan deklarasi yang saya rasakan:

Fokus pada Pencapaian Target yang Dideklarasikan
Deklarasi membuat saya sadar dan mampu melihat jelas pada hal yang ingin diraih. Sehingga tindakan yang saya lakukan hanya fokus untuk mewujudkannya. Ketika menghadapi rintangan atau hambatan, saya fokus pada solusi, mencari cara apapun, agar tetap dapat sampai pada tujuan.

Saya jadi teringat cerita Haruki Murakami dalam bukunya What I Talk About When I Talk About Running, bahwa tujuannya ikut maraton adalah untuk berlari, maka sepayah dan selelah apapun ototnya, ia tidak akan pernah berjalan.

Energi Bertahan
Perjalanan mencapai mimpi dan tujuan hidup pasti dihadapkan dengan berbagai rintangan. Baik itu dari diri sendiri maupun dari lingkungan sekitar. Seringkali saya merasakan sangat lelah dan tidak ingin melakukan apapun. Pada saat seperti ini, mengingat kembali deklarasi dan komitmen untuk mewujudkannya, menjadi energi buat saya bertahan dan bergerak kembali mencapai tujuan.  

Satu kali sepulangnya dari latihan beban, saya merasa ingin makan bihun goreng atau capcay kuah di dekat rumah. Tapi karena minggu itu saya sudah mendeklarasikan bahwa tidak akan makan apapun setelah pukul 7 malam, maka saya bertahan. Sebagai gantinya, saya minum seliter air mineral. Ini terjadi selama beberapa minggu. Dan akhirnya saya berhasil menurunkan berat badan.

Sikap Optimis dan Percaya Diri
Kekuatan berikutnya, deklarasi dapat mendorong sikap optimis dan percaya diri. Sikap yang paling penting untuk mencapai tujuan. Seringkali orang lain lebih percaya bahwa saya mampu. Padahal kadang–kadang, saat mendeklarasikan sesuatu, saya merasa bahwa target itu hampir mustahil untuk diwujudkan. Disinilah pentingnya peran orang lain, untuk mendorong sikap optimis dan berfikiran positif terhadap diri sendiri.

Pengingat
Deklarasi adalah mimpi yang digemakan. Ketika saya mendeklarasikan impian dan target hidup saya pada orang lain, mereka biasanya menanyakan hasil deklarasi itu. 

Saya mendeklarasikan impian menulis buku pada hampir semua rekan kerja saya di kantor. Selang beberapa minggu, teman-teman saya mulai bertanya. 

“Mana nih, bukunya?” atau “Bukunya sudah jadi?” 

Ketika saya kehilangan arah dan semangat, pertanyaan–pertanyaan itu menjadi pengingat sekaligus penyemangat. 

Deklarasi pun bisa dipandang sebagai do'a. Juga keinginan didoakan dari orang - orang di sekitar kita. Beberapa orang menyebutnya sebagai Law of Attraction, mendapat dukungan dari semesta. Bagi saya, deklarasi adalah sumber energi untuk konsisten, komit dan fokus pada pencapaian tujuan dan mimpi kehidupan.

#30DWCJilid5
#Day2
#30DaysWritingChallenge

Baca selengkapnya

Sunday, March 8, 2015

Menumbuhkan Kemauan dan Tekad Belajar - Sebuah Refleksi

Menumbuhkan Kemauan dan Tekad Belajar - Sebuah Refleksi

Perkuliahan telah masuk semester kedua. Entah kenapa semester ini terasa amat berat dibandingkan sebelumnya. Entah karena persiapan mental yang kurang matang, atau karena kegagalan dalam menata fikir dan laku. Waktu berlalu, seakan - akan terbang begitu cepat. Sementara rasanya ilmu yang masuk belum banyak. Tujuh minggu ini seperti hampa, benang - benang ilmu belum terajut sempurna, dan kemalasan melanda. Semester ini saya merasa bagai dilanda badai, dan semua yang saya miliki berterbangan sementara saya masih menemukan tempat pijakan dan berpegang.

Entah apa yang salah. Hanya merasa proses pencarian ilmu ini mulai jauh dari berkah. 
 "Sungguh ilmu adalah cahaya. Dan Cahaya Allah tidak diberikan pada pendurhaka" (Imam Asy- Syafi'i)
 Mungkin terlalu banyak dosa yang menutupi cahayaNya. Ini tidak boleh dibiarkan, saya harus melakukan sesuatu. Dan saya mulai dengan membaca sebuah buku untuk kembali membakar semangat. "PROPHETIC LEARNING" demikian judulnya. Buku ini sudah pernah saya baca, mungkin saya perlu membacanya kembali, untuk mengingatkan saya bahwa sesungguhnya seorang muslim yang baik adalah muslim pemebelajar, hingga ajal menjemput. 

"Orang - orang awam mengatakan bahwa nilai setiap orang terletak pada apa yang mereka lakukan dengan baik. Sementara itu, orang - orang terpilih mengatakan bahwa nilai setiap orang itu terletak pada kemauan dan tekadnya" (Ibnu Taimiyah)

Sesaat setelah saya membuka Bagian 3, saya menyadari bahwa saya kehilangan tekad. Saya mulai menikmati berleha - leha dan malas, dengan alasan bahwa saya butuh istirahat. Ah sungguh godaan itu manis sekali. Ini persoalan menata pikiran, saya harus bisa mengendalikan pikiran saya. Jangan sampai ada celah untuk berfikir negatif tentang diri maupun orang lain, jangan sampai ada sedikit muncul pikiran bahwa saya tidak mampu. Allah memberikan kesempurnaan dalam ciptaanNya, saya tahu saya mampu. Dan jika Allah mengizinkan, tidak ada satu pun yang tak mungkin. 

Pikiran positif ini sebetulnya akan memunculkan kemauan dan tekad. Penulis buku ini menyatakan bahwa kemauan dan tekad merupakan modal untuk melakukan tindakan. Jika pikiran merupakan akar yang membentuk karakter, maka kemauan dan tekad merupakan jembatan yang menghubungkan antara pikiran dan tindakan. Pikiran - pikiran positif akan menghasilkan tindakan - tindakan yang positif pula. Saya meyakininya, karena saya telah mengalami betapa dahsyatnya kekuatan pikiran itu. 

Apa yang bisa menumbuhkan kemauan dan tekad, terutama dalam menuntut ilmu? Buku ini megatakan bahwa kemauan ini bisa dipicu dengan :

  • Obsesi dan keingintahuan (curiosity). Ulama salaf (terdahulu) memiliki obsesi dengan ilmu dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
  • Cinta. Kecintaan pada ilmu akan mendahsyatkan kemampuan kita dan membangkitkan kepedulian serta keingintahuan kita pada sesuatu. Ia memberikan energi yang luar biasa untuk meningkatkan produktivitas kita. Ya, memang lebih menyenangkan melakukan sesuatu yang dicintai, ketimbang sesuatu yang tidak kita suka. Bila belum bisa mencintai proses belajar, belajarlah dan pupuklah rasa cinta itu dengan cara mencari tahu apa manfaatnya bagi kita. Insya Allah, ini akan menumbuhkan rasa cinta dan menikmati jalan dalam menuntut ilmu.
  • Muraqabah (perasaan selalu diawasi oleh Allah). Ah, kiranya ini salah satu yang sering saya lupakan. Padahal bekerja dan berkarya adalah perintahNya, salah satu jalan meraih ridhaNya. Apalagi yang terpenting bagi seorang muslim selain keridhaan Sang Pencipta?
  • Gerak. Dan ini yang menjadi sumber masalah utama saya. Malas bergerak. Ketika akal dan jiwa dihinggapi kemalasan, ia hanya memilki satu kesempatan untuk benar - benar menjadi malas, yakni fisik yang membenarkan kemalasan itu. -__-'. Padahal kala jiwa dan akal sedang ingin berleha - leha, fisiklah yang harus bergerak, semalas apapun itu. Ulama - ulama terdahulu mengorbankan masa tidur dan kenyamanan buaian di malam demi mengumpulkan dan mengoreksi ilmu - ilmu yang mereka peroleh di siang hari. Oh, Allah...sementara aku.... 
“ Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (At Taubah, 9:41)
“ Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (At Taubah, 9:41)

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
“ Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (At Taubah, 9:41) Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (At Taubah, 9:41)

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
“ Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan dan berjihadlah dengan harta dan jiwa pada jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (At Taubah, 9:41)

Copy and WIN : http://bit.ly/copynwin
 Belum selesai satu bab saya membacanya, namun buku ini sungguh mengingatkan saya pada banyak hal yang sempat terlupakan. Tulisan ini sesungguhnya hanya refleksi akan kemalasan yang akhir - akhir ini melanda saya, jauh dari keinginan review buku. Tapi, saya rekomendasikan Anda para muslim untuk membaca buku ini. 

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah. Dan setiap diri pastilah memiliki potensinya masing-masing. Bersemangatlah kalian dalam melakukan sesuatu yang bermanfaat, mintalah pertolongan kepada Allah. Dan janganlah kalian merasa tidak mampu.” (HR. Bukhari)
salam dari yang ingin belajar, Tiech.
Baca selengkapnya

Sunday, May 4, 2014

Teh Kayumanis, Enak dan Bermanfaat

Teh + Kayumanis, menghangatkan
Beberapa minggu yang lalu, saya membuat teh kayumanis + apel Fuji yang katanya berfungsi meningkatkan metabolisme. Karena rasanya yang kurang enak, saya iseng mencampur kayumanis dengan teh. Begini cara membuatnya:

  • ambil satu ruas kayu manis berukuran 5 cm - 10 cm
  • masukkan dalam gelas bersama dengan teh hitam
  • seduh dengan air mendidih, diamkan selama 5 - 10 menit (untuk teh hitam, cukup seduh 3 menit saja, atau sesuai dengan tingkat kepekatan yang diinginkan. 

Pertama kali saya minum teh + kayumanis ini saya sedang merasakan nyeri haid yang hebat, batuk pilek dan sedang dingin sekali karena sedang turun hujan. Sesaat setelah meminumnya, saya merasa lebih nyaman dan hangat. Hanya beberapa hari setelah rutin mengkonsumsinya, saya baru sadar, nyeri haid yang biasanya bertahan selama 3 hari samasekali tidak terasa, bahkan batuk pilek yang menyerang saya mulai mereda.

Tidak lama, saya diminta kakak saya yang saat ini sedang melanjutkan kuliah Farmasi untuk membantunya merapikan laporan tugas kelompoknya sekaligus memperkaya tinjauan teori tentang kayumanis. Dari situlah saya akhirnya mengetahui, bahwa teh kayu betapa kayu manis ini punya banyak manfaat yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Karena setahu saya, kayumanis ini rempah andalan mama saya untuk membuat semur :)).
Berikut ini beberapa manfaat kayumanis yang saya baca dari berbagai sumber:


1. Menghangatkan Tubuh dan Meringankan Flu
Kayu manis mengandung zat yang membuat tubuh lebih hangat dan biasanya digunakan pada pengobatan tradisional China pada orang yang terkena demam atau influenza. Kandungan anti-inflamasi-nya membantu mengalirkan sirkulasi peredaran dalam tubuh sehingga perlahan flu pun bisa membaik, dan sembuh.
2. Mencegah Penggumpalan Darah
Kayu manis mengandung Cinnamaldehyde, yang dapat mencegah darah menggumpal. Berdasarkan whfoods.com, kayu manis mengeluarkan asam lemak anti-peradangan yang disebut arachidonic. Asam lemak ini kemudian mengurangi radang dan penggumpalan darah.

3. Anti Bakteri, Anti Infeksi dan Pengawet Alami
Minyak alami dari kayu manis juga bisa mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri pada tubuh. Karena kemampuan anti-bakteri dan mikroba ini, peneliti bahkan menjelaskan bahwa kayu manis bisa digunakan sebagai pengawet makanan tradisional yang alami.Kandungan anti infeksi dalam kayu manis dapat membantu tubuh melawan sariawan dan beberapa penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri H. plyiori.

4. Menurunkan Kolesterol 
mengurangi kadar kolesterol LDL. LDL juga dikenal sebagai kolesterol berbahaya. Berkurangnya kolesterol buruk ini membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

5. Membantu Mengontrol Gula Darah
kayu manis mengandung antioksidan yang bisa membantu mengontrol tingkat gula darah. Kayu manis membantu proses pencernaan setelah makan dan membantu memperbaiki respon insulin pada pasien diabetes tipe-2. Satu gram kayu manis saja diketahui bisa menurunkan tingkat gula darah, triglycerides, kolesterol buruk, dan kolesterol total pada pasien diabetes. Berdasarkan whfoods.com, kayu manis juga menurunkan risiko penyakit jantung pada pasien diabetes.

6. Membantu Menyeimbangkan Hormon
Kayu manis mengandung zat kimia alami yang disebut cinnamaldehyde, studi menunjukkan kayu manis dapat meningkatkan hormon progesteron dan menurunkan produksi testosteron pada wanita, membantu menyeimbangkan hormon.

7. Anti Kanker
Penelitian di University of Texas, yang diterbitkan dalam jurnal Nutrition and Cancer, menunjukkan bahwa kayu manis dapat mengurangi proliferasi sel kanker, baik untuk pencegahan kanker dan mengobati penderita penyakit kanker.

8. Membantu proses metabolisme tubuh
Kayu manis juga mengandung beberapa nutrisi seperti mangan, kalsium, serat dan iron yang mana adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme.


9. Meringankan Nyeri Haid
Penelitian telah membuktikan manfaat kayu manis dalam mengurangi nyeri akibat menstruasi sekaligus memperbaiki kesuburan seseorang

Sumber:
http://www.merdeka.com/sehat/6-manfaat-mengejutkan-kayu-manis.html
http://health.kompas.com/read/2013/09/05/0946342/5.Manfaat.Kayu.Manis.untuk.Perawatan.Tubuh
http://wolipop.detik.com/read/2012/01/28/110430/1827776/1135/7-manfaat-kayu-manis-bagi-kesehatan
Baca selengkapnya

Monday, June 25, 2012

You Hate Monday? I'm Not (Anymore).

Besok Senin. Hah, i hate monday!. 
Hey, jangan pernah membiarkan diri kita terus mengatakan itu. Hati - hati, sel - sel tubuh kita bereaksi sesuai dengan apa yang kita katakan. Itu yang selalu saya katakan pada diri saya setiap hari Senin menjelang. Faktanya, membiarkan saya membenci hari Senin membuat saya tidak bersemangat dan senang menunda - nunda selama seminggu kedepan.
Tapi saya punya cara yang cukup ampuh mengatasi penyakit ' i hate monday' ini. Sejauh ini, cocok pada saya, mungkin bisa cocok dengan Anda.



  1. setiap hari minggu, saya luangkan waktu untuk merencanakan target baik terkait pekerjaan, kegiatan pribadi maupun kegiatan lainnya. saya usahakan semuanya seimbang, tidak terlalu memberatkan pada porsi pekerjaan di kantor, karena itu akan membuat stress.
  2. berdoa. Semua target itu ada yang membantu kita menyelesaikannya, pertolongan Tuhan. Buat saya doa adalah sumber kekuatan dan mengingatkan bahwa semua yang saya rencanakan seminggu kedepan adalah demiNya.
  3. berusaha memenuhi target. Bilapun sama sekali tidak bisa, saya akan usahakan minimal target hari itu tercapai 75 %. Khusus untuk target pribadi seperti target baca buku, target baca Al Qur'an atau target menulis, saya selalu berusaha melakukannya, meskipun tidak 100 %. Yang penting saya tidak meninggalkan aktivitas itu.
  4. evaluasi target setiap hari. Selelah dan semalas apapun, saya berupaya untuk mengevaluasi pemenuhan target saya hari ini dan konsekuensinya untuk besok. Biasanya saya lakukan sebelum tidur. Evaluasi itu sangat baik demi menjaga agar target kerja tercapai tepat waktu. Juga agar semangat kerja seminggu ke depan tetap stabil, karena apabila ada beban kerja yang gagal diselesaikan pada hari ini, kita bisa mengatur strategi agar target hari ini dapat diselesaikan besok tanpa mengganggu pencapaian target di esok hari. 
Yah. Sederhana seperti itu saja. Tapi untuk saya, itu berrrraattt sekali memulainya. Setelah dilaksanakan, eh rupanya menyenangkan hidup seperti itu. Semoga saya tetap istiqomah begini :). Dan semoga bermanfaat bagi Anda juga.


salam hangat, tiech.
Baca selengkapnya